Sabtu, 07 Maret 2015

Memahami pengertian skala peta



I.Tujuan:
Memahami pengertian skala peta, mencari skala peta, transformasi skala peta, dan mengubah skala peta
II.Alat dan Bahan
• Peta Jaringan Jalan Sebagian Kabupaten Bantul skala 1:25.000
• Kertas kalkir
• Kertas HVS
• Sablon
• Drawing pen
• Alat tulis dan gambar
III.Dasar Teori
Skala peta
• Ialah perbandingan antara dua titik sembarang di peta dengan jarak horizontal  kedua titik itu di permukaan bumi (dengan
satuan ukuran yang sama)
• Perbandingan antara jari-jari globe dengan jari-jari bumi (spheroid)
Cara untuk menyatakan skala
• Skala angka/skala pecahan
• Skala yang dinyatakan dengan kalimat
• Skala grafis
Skala angka/skala pecahan
• Adalah skala yang dinyatakan dengan angka atau
pecahan
• Contoh:
– skala angka (numeric scale): 1:50.000
– Skala pecahan (representative fraction): 1/50.000
• Hal ini menunjukkan bahwa satu satuan jarak pada
peta mewakili 50.000 satuan jarak horizontal di
permukaan bumi
• Jadi berarti:
– 1 cm di peta mewakili 50.000 cm di medan (500 m) atau ½
km
– 1 inchi mewakili 50.000 atau 50.000/63.360 mile
Skala yang dinyatakan dengan kalimat
• Pada peta-peta yang tidak menggunakan
satuan pengukuran metric (misalnya peta-peta
di Inggris), pernyataan skala dengan kalimat
sering dilakukan
• Contoh:
– One inchi to one mile: 1:63.660
– One inchi to two miles: 1:126.720
• Tetapi cara ini biasanya sebagai tambahan di
samping cara-cara lain
Skala grafis
• Dari angka 1:50.000, menjadi skala grafis,
sebagai berikut:
http://olahpikirpastibisa.files.wordpress.com/2011/12/skala-grafis.jpg?w=600
• Untuk menentukkan panjang dari skala grafis, dapat digunakan rumus sederhana sebagai
berikut:
• S = MD/GD
S = sebagai suatu pecahan, misalnya 1:25.000
MD = jarak pada peta
GD = jarak di lapangan
Contoh soal 1
• Pada peta skala 1:25.000, tentukan panjang
skala grafis yang mencerminkan jarak 4 km di
lapangan
• Jawab:
S = 1/25.000
Gd = 4 km
S = MD/GD
MD = S x GD = 1 x 4 x 100.000/25.000 = 16 cm
Contoh soal 2
• Pada peta skala 1:50.000, tentukan panjang skala
grafis yang mencerminkan jarak 4 mile!
• Jawab:
S = 1/50.000
GD = 4 mile
S = MD/GD
1/50.000 = MD/4 mile
MD = (1/50.000) X 4 mile
MD = 1 x 4 x 63.360/50.000 inchi = 5,069 inchi = 12, 87 cm
• Angka 12,87 tidak bulat, maka untuk membagi
skala grafis sepanjang 12,87 menjadi bagian
yang sama (sesuai dengan 1 mile tiap bagian),
dapat dengan mudah dilaksanakan dengan
cara grafis pula:
               1                               2                             3                      4 Miles


 



                                                                                                               
• Mengubah skala garis ke skala numerik
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/numerik-ke-garis.jpg
Contoh
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/skala-garis-tanpa-cm.jpg?w=485&h=100
Sebelum diperbesar panjang skala garisnya adalah 4 cm,
setelah diperbesar 2 kali maka panjang skala garisnya
menjadi 8 cm. Berapa skala numerik yang baru?
Jawab:   = 20 km / 8 cm
= 2.000.000 cm / 8 cm
= 250.000
Jadi skala numerik pada peta yang baru adalah 1:250.000
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/numerik-grafis.jpg
Mencari skala dari suatu peta yang skalanya tidak tercantum
• Membandingkan dengan peta lain yang
daerahnya sama dan ada skalanya
• Rumus yang digunakan:
• P2= (d1/d2) x P1
d1 = jarak pada peta yang sudah diketahui skalanya
d2 = jarak pada peta yang dicari skalanya
P1= penyebut skala yang diketahui skalanya
P2= penyebut skala yang akan dicari
Contoh
• d1 = 2cm
• d2 = 4cm
• P1 = 50.000
• P2   = (D1/D2) x P1
= (2/4) x 50.000
= (1/2) x 50.000 = 25.000
• Jadi skala peta II adalah 1:25.000 
• Membandingkan suatu jarak horizontal di lapangan dan jarak yang meawkilinya pada
peta.
• Contoh:
– Jarak titik C-D dalam peta = 4 cm
– Jarak C-D diukur  di lapangan = 100 m
– Jadi skala peta = 4 cm/10.000 cm = 1/25.000 atau
1:25.000
• Dari garis kontur (terutama pada peta topografi
skala besar-medium).
• Interval kontur atau contour interval (c.i) pada
peta topografi:
c.i = 1/2000 x penyebut skala
• Jika c.i = 25 m, maka:
25 m = 1/2000 x penyebut skala
Penyebut skala = 2000 x 25 = 50.000
Jadi skala peta 1:50.000
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXryafM66YxhzCJ3ot1EinJA4BuBj9ILmxNw4eUbATsdtRL9f0 http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/banding-3.jpg
• Menghitung jarak pada peta meridian di peta itu








00

10LS

940BT
               900BT                                             920BT
• Pada peta panjang 1° latitude dekat ekuator = 68,7 miles = 110, 96 km
1, 9 cm ≈ 110, 56 km
1, 9 cm ≈ 11.056.000 cm
1 cm ≈ 5.889.474 cm
• Skala kira-kira 5.800.000 (dibulatkan)
Memperbesar dan memperkecil peta (mengubah skala peta)
• Dengan sistem grid bujur sangkar (grid square)
• Cara ini dikenal pula dengan metode Union  Jack
• Contoh: peta dengan skala 1:100.000 diubah
menjadi skal 1:50.000
https://bloghayati.files.wordpress.com/2012/05/besar-peta.jpg
X = (100.000/50.000) x 1 cm = 2 cm
Cara ini terutama digunakan apabila tidak terlalu banyak detail
daripda peta yang akan diubah skalanya
• Dengan alat pantograph
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSgV-Ao2icYtMOr8OhaPz_L2iDybKfzXGTxAn2SfYMYlf9S8v7vtQ https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-6Gy_HmA5tPTIeax8zQrEnJNho7yl_hu2YRZX1hWwneA1cJQ6MVC481J-NvhAFSNOjty1I4i7gD3uNHDndoOD5n-BZk9Ihg8M1XZJcawXBrjvZGTwUUfrIO0KXbOpfSFmTr7I2BLibmYW/s1600/Pantograph+Maulana+production.jpg
• Rumus yang digunakan = (m/M) x 500
• Contoh: suatu peta akan diperbesar/diperkecil 5x
• Maka m= 1; M = 5 skala faktor = 1/5 x 500 = 100
• Pantograph diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing lengan pantograph
mempunyai skala faktor sama yaitu 100
• Catatan: Apabila peta akan diperbesar maka peta tersebut diletakkan di tempat A (lihat gambar) dan kertas gambar tempat B yang  sudah dilengkapi pensil.
• Untuk peta yang akan diperkecil berlaku sebaliknya.
• Dengan alat Map-O-Graph
http://pubs.usgs.gov/of/2001/of01-223/paradis1.jpgPrinsip Map-O-Graph ini
hampir sama dengan kamera
Lusida. Pada Map-O-Graph ini
sduah dilengkapi dengan lensa
yang dapat digerakkan ke atas
dan ke bawah

• Dengan proses fotografi
• Cara mempebesar dan memperkecil peta proses fotografi ini cukup mahal biayanya, karena harus menggunakan film.
• Untuk menghitung skala baru dari peta yang diperbesar
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/memperbesar-skala.jpg
Contoh
• Sebuah peta berskala 1 : 30.000 diperbesar 4 kali, maka berapa skala peta hasilperbesarannya?
Jawab: ¼ x 30.000 = 7.500
• Jadi skala peta hasil perbesarannya adalah 1:7.500
• Untuk menghitung skala baru dari peta yang diperkecil
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/07/memperkecil-skala.jpg
Contoh
• Sebuah peta dengan skala 1 : 12.500 akan
diperkecil 4 kali, maka berapa skala baru pada
peta yang diperkecil tersebut?
• Jawab: 4/1 x 12.500 = 50.000
• Jadi skala baru peta tersebut adalah 1:50.000
IV.Cara Kerja
1. Mencari peta sebagai guide map dengan skala tertentu (Peta Jaringan Jalan sebagian Kabupaten Bantul)
2. Melakukan perubahan skala (pengecilan skala peta) pada peta tersebut dengan beberapa metode, yakni metode grid dan union jack
3. Menggambar hasil pengecilan skala peta masingmasing metode pada kertas HVS
4. Memilih peta yang paling baik dan menyalinnya di  kertas kalkir menggunakan drawing pen
5. Membahas mulai dari proses hingga hasil yang didapatkan
Proses Metode Perubahan Skala Peta
• Metode grid
– Membuat grid atau kotak-kotak kecil pada guide map dengan ukuran 1 cm x 1 cm
– Membuat grid atau kotak-kotak kecil pada kertas HVS dengan ukuran setengah dari ukuran grid guide map, yakni 0,5 cm x 0,5 cm
– Menyalin peta pada kertas HVS dengan memperhatikan posisi dan bentuk garis baik pada grid guide map maupun  grid pada kertas HVS, harus selaras dan tepat.
• Metode Union Jack
– Langkah pertama hampir sama dengan metod grid (point a dan b) hanya diberi garis bantu berupa 2 garis diagonal tiap 4 grid yang memotong menyilang masing-masing grid, baik pada guide map maupun kertas HVS
• Menyalin peta pada kertas HVS dengan memperhatikan posisi dan bentuk garis baik pada
grid guide map maupun  grid pada kertas HVS, harus selaras dan tepat.
V.Hasil Praktikum
• Peta skala 1:50.000 metode grid pada kertas HVS (Terlampir)
• Peta skala 1:50.000 metode union jack pada kertas HVS (Terlampir)
• Peta skala 1:50.000 metode grid atau union jack pada kertas kalkir (dilayout) (Terlampir)
VI.Pembahasan

VII.Kesimpulan
IX.Daftar Pustaka
-Modul Praktikum Kartografi
-www.wikipedia.com/skala-peta.html
-wwwwikipedia.com/pantograf.html

desain nama nama geografi dan tata letak peta



Desain Nama-Nama Geografi dan Tata Letak Peta (Lettering dan Layout Peta)

I.Tujuan
-Mahasiswa mampu untuk menggambar peta secara teliti.

II.Alat dan Bahan
1Atlas Dunia
2.Kertas Kalkir
3.Drawing Pen
4.Sablon huruf

III.Dasar Teori
•Dalam lettering/nama-nama geografi, tipe huruf, spasi penempatan warna mempunyai makna dan terkait dengan perwujudan unsur geografinya.
–Wilayah administratif dan nama tempat, biasanya berwarna hitam tetapi dapat pula berwarna lain, misalnya kelabu apabila teks merupakan bagian dari peta dasar di mana informasi tematik dicetak di atasnya.
–Nama bentuk relief seperti pegunungan, bukit ditulis dengan bentuk miring/italic warna hitam.
–Nama perairan/perwujudan air dengan tipe italic/miring warna biru.

Lay Out Peta
•Pembacaan peta selain tergantung pada lettering/penempatan nama-nama geografi, juga terkait dengan penyajian yang baik dari semua infromasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembaca peta, terutama dalam hal kemudahannya untuk dibaca dan diintepretasi, yang biasa disebut lay out peta.

•Pada umumnya informasi tersebut ditempatkan dalam informasi tepi (marginal information) yang mencakup berbagai informasi penting, seperti judul peta, skala peta, legenda/keterangan, gratikul (bujur dan lintang), diagram lokasi peta indeks, ssumber data serta informasi lain yang penting.

•Penentuan tata letak peta atau komposisi peta harus mempertimbangkan cara-cara yang dapat menyentuh perasaan tertarik (sensible) dan unsur keindahan perlu juga dipertimbangkan.
•Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah adanya keseimbangan (balances) dalam tata letak informasi tepi.



IV.Cara Kerja
•Menyiapkan alat dan bahan yang akan diperlukan
•Memberikan keterangan berdasarkan guide map untuk semua undur yang dipetakan seperti kota, sungai, pulau, selat, dan sebagainya sesuai dengan daftar nama-nama yang telah disediakan dan sesuai pula dengan aturan-aturan yang telah ditentukan.
•Memberi informasi tepi sepei judul, skala, legenda, gratikul, orientasi, sumber data, nama penyusun, tahun pembuatan, dan lain-lain dengan susunan yang seimbang dengan ruang yang ada.


•Menggunakan peralatan gambar yang memadai dan sesuai dengan memperhatikan ukuran drawing pen dan sablon huruf, kemudian menggambarkan peta tersebut pada kertas kalkir.
•Memberikan ulasan/pembahasan tentang proses dan hasil yang telah diperoleh.

V.Hasil Praktikum
•Peta Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta skala 1:500.000 pada kertas kalkir. (Terlampir)

VI.Pembahasan

            Peta dibuat untuk memberikan informasi tentang keberadaan, lokasi, dan jarak ,seperti lokasi penduduk rute perjalanan. Peta juga menampilkan variasi daerah,ketinggian, dan tingkat tutupan vegetasi. Banyak dari perencanan ini harus dilakukan dengan menggunakan peta, namun meskipun kita memiliki peta terbaik, peta tidak akan berharga kecuali pengguna peta tahu bagaimana cara membacanya.
            Letak-letak keterangan pada peta yaitu: judul terletak di paling atas muka peta bagian tengah, lalu di bawah judul terdapat tahun penerbit, sebelah kiri terdapat nama wilayah dan bagian bawah kanan dekat petanya terdapat hak cipta dan di bawahnya terdapat macam macam symbol, bagian kiri dekat muka peta terdapat nama instansi pembuat peta dan di bawahnya terdapat petunjuk peta,pembagian daerah,lalu ada daerah administrative.
                Pembuatan peta menggunakan kaidah kartografis yang baku dan generalisasinya dilakukan secara umum.peta menampilkan informasi rupa bumi secara umum. didalam  pembuatan peta perlu disertakan simbol-simbol agar peta dapat dibaca.simbol adalah alat yang berfungsi untuk menggambarkan keadaan medan dan letaknya dalam peta.simbol yang baik adalah simbol yang dkenal dengan mudah dan juga mudah dibaca.Menurut artinya simbol dapat dibedakan menjadi
1.      simbol kualitatif : menyatakan identifikasi atau menlukiskan keadaan asli dari unsur.
2.      Simbol kualitatif : Menyatakan identitas asli dari daerah yang diwakili



VII.Kesimpulan

           Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah bahwa peta adalah media penyajian informasi dari unsur unsur alam dan buatan manusia pada permukaan bumi yang di buat secara kartografis (informasi yaatau lukisan keseluruhan yang bereferensi geografis) pada bidang datar menurut proyeksi tertentu dan skala tertentu atau gambar atau lukisan keseluruhan ataupun sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat.
           Komposisi peta yaitu yang terdiri dari judul, skala, legenda, orientasi, sumber,insert pembuat, garis tepi .Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar pembuatan peta lainnya .Peta dasar adalah peta peta yang berisi semua data data tematis.Pada hakekatnya peta dasar yang digunakan adalah peta yang resmi dari suatu Negara.Umumnya peta dasar tersebut di buat berdasarkan survey lapangan atau cara lain yang biasa di sebut fotogrametris.
Peta peta yang biasanya di jadikan peta dasar aka nada perbedaan dalam proyeksi,skala,ketelitian ataupun waktu penerbitnya.Sehingga mutu peta dasar ini jelas merupakan hal yang cukup penting juga.
VIII.Daftar Pustaka
-Modul Praktikum Kartografi Dasar 2014
-http://maderiwabuana.blogspot.com/2011/12/acara-peta.html
IX.Lampiran